KSOP KELAS III KUPANG

KSOP Kupang Perketat Pengawasan Penyebaran Virus Corona di Wilayah Pelabuhan

Share This Post

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on email

KSOP Kelas III Kupang terus melakukan langkah antisipasi terhadap penyebaran wabah COVID-19 atau yang familiar dengan nama Virus Corona di lingkungan Pelabuhan Tenau Kupang.

Kepala KSOP Kelas III Kupang Aprianus Hangki mengatakan, berbagai langkah  diambil sebagai bentuk keseriusan dalam mencegah dan mengantisipasi penyebaran virus yang telah merebak dan menjangkiti masyarakat Indonesia.

Pelabuhan Tenau Kupang merupakan salah satu pintu gerbang masuknya barang maupun manusia dari dan ke seluruh belahan dunia ke Provinsi Nusa Tenggara Timur selain melalui bandar udara (air port),” ucap Kepala Kantor KSOP Kelas III Kupang tsb, Jumat (3/4/2020).

Dijelaskan, langkah antisipasi yang telah diterapkan oleh KSOP tersebut berlaku bagi seluruh aspek kegiatan dan pelayanan, baik pada pelayanan operasional seperti pelayanan kapal dan pelayanan barang termasuk melakukan upaya antisipasi pencegahan bagi seluruh pekerja dan pegawai di lingkungan pelabuhan dan kantor.

Untuk mendukung hal tersebut, KSOP Kelas III Kupang terus berkoordinasi dengan Unsur TNI/Polri serta Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), Operator Pelabuhan dan Operator Kapal yang bersama sama dan bahu membahu untuk mengantisipasi dalam mencegah masuknya potensi wabah atau penyakit di areal pelabuhan.

Sebagai upaya untuk mencegah masuknya virus tersebut ke pelabuhan Tenau Kupang khususnya serta kota kupang pada umumnya, yang telah bekerja sama dengan pihak TNI/Polri dan KKP yakni dengan melakukan pemeriksaan ketat terhadap kapal-kapal berbendera manapun, yang datang di pelabuhan kupang, khususnya untuk kapal-kapal yang berasal dari negara yang telah ditetapkan oleh WHO sebagai negara terjangkit virus tersebut serta dari wilayah dalam negeri yang telah tetapkan sebagai wilayah terjangkit.

“Pemeriksaan dan pengecekan kesehatan seluruh crew dan ABK kapal dilaksanakan oleh KKP untuk memastikan keamanan sebelum kapal bersandar. Guna pencegahan dini sebelum operasional kegiatan tersebut berlanjut,” kata Hangki.

Setelah seluruh proses pemeriksaan selesai dilakukan dan kapal tersebut dinyatakan aman, selanjutya petugas pandu untuk melaksanakan tugasnya membantu proses pemanduan dan penyandaran kapal di pelabuhan.

Namun apabila kapal tersebut dinyatakan tidak aman, maka kapal tersebut akan “dikarantina” terlebih dahulu selama 14 hari sejak tanggal pemeriksaan sebagaimana periode masa inkubasi virus tersebut.

Menurutnya, upaya pencegahan juga dilakukan dengan Thermo Scanner untuk melakukan pengecekan suhu tubuh seluruh crew dan juga para penumpang yang datang, sebagaimana menindaklanjuti Surat Edaran Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.

Apabila pemeriksaan suhu tubuh, bagi para crew kapal ditetapkan bahwa apabila suhu tubuh mencapai 38 derajat celcius, maka akan langsung dibawa ke klinik atau rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan kesehatan lebih lanjut.

Sedangkan untuk hasil pemeriksaan suhu tubuh bagi para penumpang ditetapkan bahwa apabila suhu tubuh mencapai 38 derajat Celcius, maka petugas akan menyarankan untuk menunda perjalananan penumpang tersebut dan segera melakukan pemeriksaan diRuang Kesehatan di terminal maupun ke Rumah Sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan kesehatan lebih lanjut.

Serta dalam penanganan tempat duduk penumpang juga diberlakukan pengaturan jarak bagi para penumpang, dimana hal tersebut sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona

Langkah-langkah pencegahan penularan Corona lainnya yang telah dilakukan, adalah dengan mengadakan kegiatan sosialisasi pencegahan penyebaran virus Corona yang diikuti oleh calon penumpang, pegawai ksop kupang dan bekerja sama dengan pihak KKP Kupang dan Unsur TNI/Polri yang telah dilaksanakan beberapa hari yang lalu, tambah Aprianus Hangki.

Lihat Berita Lainnya

Hello!

Login akun anda